Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelayanan keluarga berencana (KB), imunisasi, serta percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditandai dengan peluncuran pelayanan KB serentak dalam rangka HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Erni Hernawati, Jalan Cihanjuang, ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai 29 April hingga 22 Mei 2026.
Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, menegaskan bahwa peran bidan tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi aktor kunci dalam pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“IBI harus terus menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi IBI Kota Cimahi sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam menyukseskan program KB dan kesehatan ibu-anak. Bahkan, keterlibatan aktif bidan dalam Program Genting dinilai menjadi bukti nyata peran mereka dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan kolaboratif.
Menurut Fitriani, pelayanan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada KB, tetapi juga terintegrasi dengan imunisasi serta intervensi langsung kepada masyarakat, khususnya bayi, balita, dan keluarga berisiko stunting.
“Momentum ini harus mampu meningkatkan capaian pelayanan KB, khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), serta kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga berkualitas,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa capaian program KB di Cimahi masih perlu ditingkatkan, terutama dari sisi pelaporan. Banyak layanan yang telah dilakukan di lapangan belum tercatat secara optimal.
“Saya dorong seluruh TPMB dan bidan untuk tidak hanya meningkatkan pelayanan, tetapi juga memastikan pelaporan berjalan maksimal,” tandasnya.
Fitriani juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk tenaga kesehatan dan fasilitas layanan kesehatan, untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan angka penggunaan kontrasepsi modern (mCPR).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas program imunisasi di Kota Cimahi.
Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari pelaksanaan Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) pada awal April 2026, hingga penguatan sistem pelaporan melalui aplikasi ASIK bersama seluruh fasilitas kesehatan.
Selain itu, kampanye kewaspadaan terhadap peningkatan kasus campak juga digencarkan melalui berbagai kanal komunikasi, bekerja sama dengan Diskominfo dan IBI Kota Cimahi.
“Pada momentum Pekan Imunisasi Dunia ini, kami meluncurkan pelayanan imunisasi rutin bayi-baduta, pelayanan KB-MKJP, serta Program Genting melalui pemberian makanan tinggi protein bagi keluarga berisiko stunting,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa peran TPMB sangat krusial dalam meningkatkan cakupan imunisasi yang hingga kini masih belum mencapai target, terutama akibat adanya kesenjangan data yang belum seluruhnya terinput dalam sistem.
“Melalui penguatan program KB MKJP dan intervensi gizi, kami berharap kualitas kesehatan ibu dan keluarga di Kota Cimahi semakin meningkat,” ujarnya.
Dengan langkah terintegrasi ini, Pemkot Cimahi menegaskan arah kebijakan yang lebih progresif: pelayanan kesehatan tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berbasis kolaborasi demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas. (Gani Abdul Rahman)





