Faisal Haris Ajak Kader Golkar Perkuat Politik Kerakyatan Lewat Aksi Nyata di Lapangan

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pimpinan Dewan Etik DPP Partai Golkar, Faisal Haris, mengajak seluruh kader Golkar untuk menguatkan kembali komitmen partai dalam mengedepankan politik kerakyatan.

Menurut Faisal, momentum kondisi sosial-ekonomi yang menantang saat ini harus dijadikan kesempatan emas bagi kader untuk hadir lebih nyata di tengah masyarakat.

“Golkar sejak awal berjuang dengan prinsip ‘Suara Golkar adalah Suara Rakyat’. Ini bukan sekadar slogan, melainkan kompas moral yang mengarahkan kita untuk selalu dekat dan peduli pada rakyat,” ujar Faisal dalam keterangan tertulis, Selasa (26/8/25).

Faisal menekankan pentingnya kader Golkar turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan, dan merespons kebutuhan masyarakat secara nyata. Dengan cara ini, Golkar bisa memperkuat perannya sebagai partai yang tak hanya bicara di panggung politik, tetapi juga hadir sebagai solusi bagi persoalan rakyat sehari-hari.

“Kita ingin kader Golkar bukan hanya menjadi politisi di balik meja, tapi juga menjadi pelayan rakyat yang selalu hadir dan aktif bersama masyarakat,” kata Faisal.

Lebih lanjut, Faisal mengingatkan bahwa tugas sebagai wakil rakyat adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar status atau privilese.

Ia percaya dengan disiplin, kerendahan hati, dan semangat untuk berjuang bersama rakyat, Golkar dapat kembali merebut kepercayaan masyarakat.

“Politik kerakyatan adalah tradisi yang harus kita bangun bersama. Ini saatnya kita buktikan bahwa Golkar selalu ada di hati dan dalam setiap langkah rakyat,” tegasnya.

Seruan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh kader Golkar di tingkat pusat hingga daerah untuk menjaga soliditas dan fokus pada pelayanan publik. Faisal optimis, jika semangat ini dijaga, Golkar dapat terus menjadi partai besar yang relevan dan dicintai rakyat.

“Dengan kembali ke akar nilai perjuangan, Golkar tidak hanya mempertahankan marwahnya, tetapi juga menguatkan demokrasi di Indonesia,” tutup Faisal. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *