Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Banjir yang melanda RW 11, RW 13, dan RW 15 Kelurahan Utama mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Cimahi. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, turun langsung ke lokasi terdampak pada Sabtu (24/01/2026) untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tidak ada warga yang terabaikan.
Meski genangan air belum sepenuhnya surut dan masih menghambat akses jalan warga, Ngatiyana menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Ia langsung menginstruksikan seluruh unsur terkait untuk bergerak tanpa menunggu kondisi memburuk.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota memimpin koordinasi lintas instansi bersama BPBD, Pemerintah Kelurahan, Dinas Sosial, serta unsur kewilayahan lainnya.
Evakuasi warga terdampak dilakukan secara terukur, dengan SD Mandiri Kelurahan Utama ditetapkan sebagai pusat pengungsian sementara.

Ngatiyana memastikan pemerintah hadir secara nyata di tengah masyarakat. Melalui BPBD dan Dinas Sosial, logistik pengungsian telah disalurkan, mulai dari kasur, perlengkapan dasar, hingga pendirian dapur umum guna menjamin kebutuhan konsumsi para pengungsi.
“Tidak boleh ada warga yang bertahan di lokasi rawan. Aparat harus memastikan semua dievakuasi ke tempat aman,” tegas Ngatiyana saat memberikan arahan di lapangan.
Ia juga memerintahkan pengamanan personel serta pengawasan ketat di wilayah terdampak, sembari menggerakkan Ketua RW dan RT untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal.
Kolaborasi ini dinilai krusial dalam penanganan darurat bencana.
Menurut Ngatiyana, banjir terjadi akibat curah hujan ekstrem yang merata di wilayah Bandung Raya, diperparah oleh aliran air dari daerah yang lebih tinggi menuju Cimahi sebagai wilayah rendah, serta tersumbatnya aliran sungai dan drainase.
Pemerintah Kota Cimahi menegaskan tidak berhenti pada penanganan darurat. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebagai dasar pengambilan langkah jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Meski kondisi saat ini terpantau aman dan kondusif, Wali Kota mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas.
Pemerintah memastikan pemantauan intensif akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar pulih. “Kami ingin warga segera kembali ke kehidupan normal. Namun kewaspadaan harus tetap dijaga,” tandas Ngatiyana.
Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya untuk hadir, sigap, dan bertanggung jawab dalam setiap situasi bencana, serta memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. (Gani Abdul Rahman)





