Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Luapan Kali Cijujung kembali menenggelamkan permukiman warga RW 07 Kelurahan Utama, Cimahi Selatan, Jumat malam hingga dini hari.
Hujan deras yang turun tanpa jeda sejak siang hari membuat sungai tak mampu menampung debit air, hingga akhirnya meluber ke rumah warga dan akses jalan lingkungan.
Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 15 rumah warga terendam banjir. Tak hanya hunian, sejumlah fasilitas umum seperti masjid dan aula posyandu ikut terdampak, memperparah aktivitas warga yang sudah terganggu akibat genangan air dan lumpur.
Ketua RW 07, Enang Hidayat, mengungkapkan bahwa banjir kali ini kembali menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit. Meski tidak menelan korban jiwa, dampak ekonomi dan sosial dirasakan langsung oleh warga.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tetapi kerusakan rumah dan barang-barang warga cukup besar,” kata Enang saat ditemui dilokasi, Sabtu (24/01/2026).
Hingga Sabtu siang, warga masih berjibaku membersihkan sisa lumpur dan sampah yang masuk ke dalam rumah. Aktivitas gotong royong dilakukan secara mandiri, sementara sebagian warga berharap adanya bantuan dan perhatian lebih dari pemerintah daerah.
Menurut Enang, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Warga menilai luapan Kali Cijujung sudah menjadi ancaman rutin setiap musim hujan, namun belum ada solusi permanen yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Warga berharap banjir ini tidak terus terulang. Kami butuh solusi nyata, bukan hanya penanganan sementara,” tegasnya.
Saat ini kondisi wilayah masih dalam pemantauan. Warga RW 07 berharap pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan serta melakukan langkah mitigasi jangka panjang agar kejadian serupa tidak kembali menghantui kehidupan mereka.
Banjir Kali Cijujung menjadi pengingat bahwa persoalan tata kelola sungai dan drainase di kawasan padat penduduk Cimahi Selatan masih membutuhkan perhatian serius, sebelum bencana serupa kembali memakan korban. (Gani Abdul Rahman)





