Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi memastikan kondisi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayahnya hingga awal Januari 2026 masih terkendali. Meski cuaca tidak menentu melanda dalam beberapa pekan terakhir, belum ditemukan lonjakan kasus yang signifikan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pemantauan melalui laporan surveilans dari seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Cimahi.
“ISPA memang termasuk penyakit yang selalu ada dan umum ditemukan, terutama saat perubahan cuaca. Namun berdasarkan data yang kami himpun, jumlah kasus masih bersifat fluktuatif dan tidak menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Bahkan pada pekan terakhir tercatat mengalami penurunan,” ujar Dwihadi, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, pencatatan kasus ISPA di Kota Cimahi tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga masyarakat dari daerah sekitar yang berobat ke fasilitas kesehatan di Cimahi. Hal tersebut turut memengaruhi angka kunjungan dan jumlah kasus yang tercatat.
Meski situasi dinilai masih aman, Dinkes Cimahi tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Dwihadi menyebutkan, perubahan cuaca dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Gejala ISPA umumnya menyerupai flu biasa, seperti batuk, bersin, pilek, hidung tersumbat, hingga sakit tenggorokan. Pada kondisi tertentu, infeksi dapat menyerang saluran pernapasan bawah dengan gejala lebih berat, seperti batuk berdahak, sesak napas, napas berbunyi, hingga pneumonia.
“Penyebab ISPA bisa berasal dari virus, bakteri, maupun faktor lingkungan seperti polusi udara dan paparan asap rokok,” jelasnya.
Kelompok yang rentan terserang ISPA di antaranya balita, lansia, penderita penyakit penyerta seperti gangguan jantung dan paru, serta perokok aktif.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Cimahi mengajak masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Kami terus mengoptimalkan pemantauan dan edukasi kesehatan agar kondisi tetap stabil, khususnya di masa pancaroba seperti sekarang,” pungkas Dwihadi. (Gani Abdul Rahman)





