Budaya  

Pertahankan WBTb Dunia, IPSI Jawa Barat Dorong Pemerintah Pusat Segera Tetapkan Hari Pencak Silat Nasional

TEROPONG INDONESIA-, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Jawa Barat terus mendorong supaya Hari Pencak Silat Nasional Segera ditetapkan oleh pemerintah pusat. Pasalnya sejauh ini tanggal 12 Desember baru ditetapkan sebagai Hari Pencak Silat tingkat Jawa Barat. Dalam mendorong upaya tersebut, IPSI Jawa Barat menggelar kegiatan yang bertajuk ‘Sawala Jawara menuju Hari Pencak Silat Nasional’ di Gedung Pusat Pencak Silat IPSI Jawa Barat di Jatinangor, Rabu 31 Januari 2024.

Ketua IPSI Jawa Barat, Phinera Wijaya mengatakan, pengukuhan sebagai hari nasional penting, sebab saat ini pencak silat telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda (WBTb) dunia (world intangible cultural heritage) oleh UNESCO yang dimiliki Indonesia. “Setelah ditetapkannya 12 Desember sebagai hari Pencak Silat Jawa Barat oleh pak gubernur Ridwan Kamil waktu itu. Kami merekomendasikan agar pemerintah pusat menetapkan pencak silat sebagai hari nasional,” kata pria yang akrab disapa Kang Icak itu, Rabu 31 Januari 2024.

“Hal ini penting untuk pertanggungjawaban kita kepada dunia terutama kepada UNESCO. Dengan penetapan Hari Pencak Silat Nasional kelak tentu akan mampu menggerakkan kecintaan kita dan masyarakat kita terhadap eksistensi pencak silat dan menjadi motivasi budaya pelestarian pencak silat,” ujarnya.

Dalam kegiatan Sawala Jawara menuju Hari Pencak Silat Nasional, dihadiri ratusan pesilat yang berasal dari 16 perguruan pencak silat di Jawa Barat. Penampilan atraksi jurus masing-masing perguruan pencak silat juga disuguhkan di sana. Selain itu kegiatan tersebut dibuka dengan upacara adat Ngagotong Lisung yang dinaiki Phinera Wijaya. Kemudian dilanjut dengan permainan Boles (bola tangan api) dan cambuk api.

Ketua Harian IPSI Jawa Barat Sonny Hersona menambahkan, IPSI Jabar sebelumnya berperan penting dalam penetapan pencak silat sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO pada Desember 2019 di Bogota.

Baca Juga :  Tinjau Groundbreaking Pembangunan Gedung Pencak Silat, Phinera Wijaya: "Harus Dapat Meningkatkan Perekonomian dan PAD"

Oleh karena itu menurutnya perjuangan tersebut harus terus berlanjut dengan menetapkan Hari Pencak Silat supaya dirayakan secara nasional. “Maka itu salah satunya digelorakan pencak silat benar memang pencak silat ini layak milik Indonesia karena memang hari harinya kegiatan silat, hari harinya adalah pelestarian pencak silat, hari harinya adalah promosi pencak silat, meregenerasikan pencak silat dan melindungi pencak silat dengan aturan aturan yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga harapan besarnya adalah itu penetapan Hari Pencak Silat Nasional,” ucap Sonny dikutip dari MediaPakuan.com, Rabu 31 Januari 2024.

Dia menjelaskan, apabila pencak silat tidak terlihat eksis di negara asalnya maka akan menjadi pertanggungjawaban moral Indonesia kepada UNESCO. “Upaya keras untuk melestarikan itu misalnya dengan Hari Pencak Silat Nasional, kita predikat warisan budaya takbenda dunia milik Indonesia bisa ditarik lagi oleh UNESCO,” ungkapnya.

“Sebetulnya political will pemerintah pusat aja, karena persyaratannya jelas bahwa pencak silat sudah membumi di Indonesia. Bahwa berbagai insan silat, perguruan perguruan yang ada di Indonesia itu bahwa terus hari harinya melakukan itu sehingga tidak ada alasan pemerintah pusat untuk tidak melaksanakan itu,” jelasnya.

Sementara itu salah satu sesepuh pencak silat sekaligus Dewan Pertimbangan IPSI Jawa Barat KH Fajar Laksana mengatakan, pencak silat memiliki berbagai kelebihan. Salah satunya bisa mengembangkan gerakannya menjadi seni budaya lain seperti Ngagotong Lisung, main Boles (bola tangan api), dan cambuk api. “Bahwa pencak silat itu bukan hanya beladiri jadi pencak silat itu juga meliputi seni budaya dan tradisi itulah makna pencak silat sehingga pencak silat ini bisa dipertunjukkan dalam acara acara seni dan budaya karena lahir dari kearifan lokal seni budaya tradisi Indonesia sehingga maka ditampilkan lah main Boles dan Ngagotong Lisung yang asalnya memang berasal dari Pencak Silat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kehidupan di Negara Paling Bahagia "Kell' onni on, se onnen kätkeköön," Hayatan Thayyibah”

Dia pun mendorong penuh supaya Hari Pencak Silat Nasional segera ditetapkan oleh pemerintah pusat agar menjadi motivasi bagi para pesilat di Indonesia.

“Dengan ditetapkannya hari pencak silat nasional ini maka akan mempersatukan para pesilat dan akan memberikan motivasi dan semangat untuk terus mengembangkan seni budaya tradisi beladiri olahraga pariwisata pencak silat,” jelasnya. Selain dihadiri oleh ratusan pesilat dari 16 perguruan, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran Pengurus Besar IPSI pusat, jajaran Pemprov Jabar serta para sesepuh pencak silat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *